Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Showing posts with label Kajian. Show all posts

gravatar

Usul Isyrin

Usul Isyrin yang ditulis oleh Ustaz Hasan Al-Bana ini adalah dianggap di antara tulisannya yang penting, kerana Usul Isyrin ini mengandungi beberapa perkara yang wajib dipercayai dan diketahui oleh tiap-tiap orang Muslim dan wajib diikuti dalam tindak-tanduknya; hubungannya dengan khaliqnya dan hubungannya sesama manusia. Jadi kita kumpulkan beberapa huraian ringkas oleh As-Syahid Hasan Al-Banna yang dapat difahami seperti mana yang diterangkan oleh Al-Mursyid itu sendiri.
Dalam Usul Isyrin ini, ia menerangkan perkara-perkara yang tidak sepatutnya berlaku perselisihan pendapat (pertikaian), terutama dalam hal-hal yang
READ MORE - Usul Isyrin

gravatar

Tentang Dajjal

Sungguh menarik perhatian adanya persamaan kejadian yang terjadi di dunia sekarang ini. Di satu fihak, kita melihat adanya tekanan kekuasaan Eropa yang dilancarkan dengan rancangan yang teratur terhadap dunia Islam, dan usaha mereka yang keras untuk mengenyahkan Islam sama sekali, tetapi di lain fihak, kita menemukan sejumlah besar hadits Nabi yang meramalkan fitnah dan percobaan yang akan menimpa kaum Muslimin pada akhir zaman, ramalan yang hampir semuanya terpenuhi, berupa peristiwa yang menimpa dunia Islam sekarang ini. Lebih mengherankan lagi, karena ramalan itu diucapkan pada waktu Islam sedang dalam keadaan menang, dan seluruh dunia merasa gentar menghadapi pesatnya kemajuan Islam.
‎ ‎Bukan rahasia lagi, bahwa kini sedang berlangsung pergolakan sengit antara Eropa dan Islam, khususnya antara kekuatan materiil melawan kekuatan spirituil. Kaum Kristen Eropa menganggap kekuatan Islam sebagai ancaman yang berbahaya bagi peradaban materiilnya, dan dengan dalih palsu ini mereka berusaha untuk manghancurkan Islam, agar mereka dapat "menyelamatkan" dunia dari pengaruh politik Islam. Mereka terang-terangan menyebut agama lain sebagai non-Kristen, tetapi terhadap agamar Islam mereka dangan tegas menyebutkan sebagai anti-Kristen. Sekalipun kaum missionaris Kristen aktif menyebarkan agama di segala penjuru dunia, tetapi tujuan mereka yang paling utama ialah ummat Islam. Ini adalah fakta yang tak boleh dipandang remeh oleh kaum Muslimin.

Akan tetapi alangkah sedihnya bahwa kaum Muslimin sendiri terlibat dalam percekcokan intern mengenai masalah-masalah kecil, sehingga mereka tak sempat memikirkan persoalan yang lebih penting. Seandainya mereka menaruh perhatian sedikit saja terhadap pergolakan sengit yang sekarang sedang berlangsung antara kekuatan materiil dan kekuatan spirituil, niscaya mereka akan melihat dengan terang, bahwa mengamuknya Dajjal dan merajalelanya Ya'juj wa Ma'juj bukanlah dongengan kosong, melainkan gambaran tentang serbuan kaum materialis Eropa dengan agama Nasraninya pada zaman sekarang.

Bagi tiap-tiap orang Islam wijib kiranya melupakan percekcokan di kalangan ummat Islam sendiri mengenai masalah-masalah kecil yang kurang penting, karena kemenangan dan hidup matinya Islam di dunia bergantung kepada hasil perlombaan antara dua agama ini (Islam dan Nasrani), bukan karena mengurusi perbedaan kecil yang tak akan mendatangkan keuntungan atau kerugian bagi kaum Muslimin sendiri.

Bagi sobat - sobat yang ingin baca kelanjutannya, silahkan DOWNLOAD | DISINI [Free]
Semoga bermanfaat.
Judul Buku : DAJJAL YA'JUJ DAN MA'JUJ 
Karya: Maulana Muhammad Ali 
Penerjemah: H.M. Bachrun 
Penerbit: Darul Kutubil Islamiyah, Jakarta

‎‎
READ MORE - Tentang Dajjal

gravatar

Nabi Nuh AS & Kapalnya

Nabi Nuh adl sosok manusia tegar yang tidak pernah terpengaruh oleh godaan-godaan duniawi. Sejak diangkat menjadi Nabi, kerja dakwah beliau tidak pernah kendor meskipun tantangan datang dari seluruh penjuru. Bahkan beliau diuji dengan seorang istri & anak yang tidak taat serta masyarakat yang melecehkan. Perjuangan dakwah selama 950 thn beliau jalani dengan penuh kesabaran meskipun yang merespon dakwahnya tidak seberapa banyak. Mengingat umat yang beliau ajak sudah ‎tidak berpotensi menjadi
orang baik, Allah memilih jalan seleksi buat mereka, yang baik dibiarkan hidup dan yang lain binasa dalam peristiwa besar yang tidak ada taranya dalam sejarah manusia.

Apa yang membuat Nabi Nuh AS tegar dalam memegang dan memperjuangkan prinsip ? Kalau kita simak, ternyata Nabi Nuh memiliki kebiasaan selalu memulai pekerjaannya dengan menyebut Basmalah.

"Dan Nuh berkata: Naiklah kamu sekalian kedalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS.Hud:41)

Berbekal Basmalah dalam mengawali segala aktivitasnya, beliau tidak pernah kecewa dengan capaian - capaian kuantitatif pengikut dakwah. Prinsip Basmalah mengajarkan beliau prinsip penilaian berorientasi proses dan tidak berorientasi hasil, karena yang dinilai oleh Allah adalah kesungguhan dan keprofesionalan kerjanya. Setelah semua dilakukan dengan seksama, beliau serahkan hasilnya kepada Allah yang selalu menyertai kerjanya.
Bismillahi tawakaltu 'alallah. ‎‎
READ MORE - Nabi Nuh AS & Kapalnya

gravatar

Terima Kasih Ibu


Suatu ketika…… seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia
Menjelang diturukan, dia tertanya kapada Tuhan, ‎
‎“Para Malaikat di sini mengatakan bahwa Tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah”, kata si bayi‎
Tuhan menjawab, “ Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu
‎“Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk ‎bahagia.” Demikian kata si bayi.‎
Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari,‎
Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.‎
Si bayipun bertanya kembali, “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”‎
Sekali lagi Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa”‎
Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, ‎
‎“Saya mendengar bahwa
di bumi banyak orang Jahat, siapa yang akan melindungi saya?”‎
Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab, “ Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan ‎jiwanya sekalipun”‎
Si bayipun masih belum puas dan melanjutkan pertanyaan, Tapi saya akan bersedih karena tidak ‎melihat Engkau lagi”‎
Dan Tuhan pun menjawab,‎‎ ‎“Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu ‎bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu”‎
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara ‎lirih bertanya.‎ Tuhan….jika saya harus pergi sekarang, bisakan Engkau memberitahuku siapa malaikat di rumahku ‎nanti?”‎
Tuhanpun menjawab, “Kamu dapat memanggil malaikatmu….‎
IBU….‎
Kenanglah ibu yang menyayangimu ‎
Untuk itu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi….‎
Ingatkan engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu nyenyak dengan dua selimut ‎membalut tubuhmu
Ingatkan engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? ….dan ingatkah engkau ketika air ‎mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?‎
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan ‎
Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu ‎
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang, ketika ibu ‎telah tiada….‎
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita
Tak ada lagi senyuman indah …. Tanda bahagia
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya,‎
Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya
Tak ada lagi dan tak aka nada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan ‎nafasnya .‎
Kembalilah segera ……peluklah ibu yang selalu menyayangimu….‎
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.‎
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya…..‎
READ MORE - Terima Kasih Ibu

gravatar

Taubat



Satu kata yang mungkin sering kita dengar tapi, sulit dikerjakan bagi sebagian orang. Padahal untuk mengerjakan semua itu tidak butuh biaya mahal seperti kalo sedang berbelanja di Mall & tak semahal rumah real estate.

Anjuran bertaubat (QS.At Tahrim:8) :"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)...." Ayat di atas, ada 2 kata kunci penting yang perlu kita cermati yaitu "Mengerjakan amal shaleh" dan "Taubat yang sebenar-benarnya".
So, pertanyaan ada dua :

1. Amal shaleh yang seperti apakah ?
2. Taubatan yang bagaimanakah ?
Nah, dari pertanyaan itu saya akan mencoba berbagi pengalaman dengan sobat - sobat semua perihal Perjalanan "Anak Adam" Bertaubat mungkin bisa dijadikan referensi untuk perenungan.
Cara Bertaubat, sobat - sobat bisa Buka Qur'an di ayat-ayat berikut :
  • QS. 2:37 :"...Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
    QS. 2:54 :"Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur",
  • QS.2:160 : "kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan , maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.",
  • QS.3:135 : "Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.",
  • QS.4:64 :".....Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya.",
  • QS.4:92 : "...maka hendaklah ia berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.",
  • QS.4:146 :"...tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah...",
  • QS.6:54 :"...mengadakan perbaikan...",
Do'a:
QS.7:23 :"...Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi",
QS.66:8 :"...Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Hikmah :
QS.11:3 :"...niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya",
QS.25:70 :"...diganti Allah dengan kebajikan...",




READ MORE - Taubat

gravatar

How to Understand about the Holly Qur'an ?

Pemahaman tentang Asensi Tauhid (Laailaha illallaah) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipahami dengan benar tepat apabila akan melakukan sesuatu hal. hal yang dimaksud adalah :


  • LAA ILAHA ILLALLAAH LAA MAQSUUDA ILLALLAAH

  • Menentukan Tujuan yang benar dan tepat, "Tidak ada tujuan selain hanya kepada Allah"
  • LAA ILAHA ILLALLAAH LAA MAUJUDA ILLALLAAH

  • Konsepsi yang kedua ini dikalangan para sufi dikenal dengan Tahalli. "Tidak ada bentuk lain selain hanya Allah"
  • LAA ILAHA ILLALLAAH LAA MA'BUDA ILLALLAAH

  • Pada tahapan ketiga ini sering disebut dengan tahap pencerahan. "Tidak ada yang disembah / Ibadah selain hanya kepada Allah.



Keyword : Studi Inter disipliner Al-Qur'an by : PT
READ MORE - How to Understand about the Holly Qur'an ?

gravatar

Al Hikam (14-15-16)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Setelah kita ditanya oleh Ibnu Athaillah tentang empat kaifa :
kaifa yasyruqu qolbun shuwarul akwaani munthobi’atun fii mir atihi bagaimana hati dapat bersinar sementara gambar dunia terlukis dalam cerminnya ?, am kaifa yarhulu ilallahi wa huwa mukabbalun bi syahwatihi – atau bagaimana hati bisa berangkat menuju Allah kalau ia masih terbelenggu oleh syahwatnya ?, am kaifa yathma’u an yadkhula hadhratallahi wa huwa lam yatathahhar min janaabati ghafalatihi – atau bagaimana hati akan antusias menghadap ke hadirat Allah bila ia belum suci dari janabah kelalaiannya ?, am kaifa yarjuu an yafhama daqaaiqal asraari wa huwa lam yatub min hafawaatihi – atau bagaimana hati mampu memahami kedalaman misteri gaib padahal ia belum bertobat dari kesalahannya ?
ini ada shock therapy yang luar biasa dari Ibnu Athaaillah, karena kalau tidak dipahami hati kita ketika kita menelusuri empat kaifa tersebut mengenai hudur hati kita sampai kita ini bisa terus menerus bersama Allah, maka orang bisa kaget, bisa terkejut melihat dunia ini. Dulu
ada seorang ulama mengalami stroke karena kaget, ketika menelusuri proses ruhaniah ibarat dari satu tahap ke tahap lain, dari satu langit ke langit lain, kalau digambarkan begitu seperti orang sedang menengadah melihat langit yang penuh keindahan bukan keindahan bintang-bintang, melainkan dibukakan tentang keindahan manifestasi asma’-asma’ Allah yang tersembunyi dibalik satu langit ke langit yang lain. Tiba-tiba kembali lagi ke dunia, langsung kaget, stroke. Karena itu Beliau mengingatkan supaya kita tidak kaget dengan kalimat [14] : al kaunu kulluhu zhulmah - kehidupan dunia ini semuanya sesungguhnya gelap. Disebut gelap untuk menggambarkan ketiadaan, tidak ada atau tidak wujud karena itu disebut zhulmah. Wa innama anaa rahuzhuhuurul haqqi fiihi – bahwa Allah itu mencahayai semesta ini, karena itu apakah kita ini di dalam nuansa limpahan cahaya atau tidak ? dilanjutkan oleh Beliau faman ra-al kauna – siapa yang melihat semesta dunia yang ada ini (makhluk Allah), wa lam yasyhadhu fiihi – tapi tidak musyahadah, digunakan kalimat wa lam yasyhadhu fiihi ini mengingatkan bahwa proses pandang memandang antara kita dengan gusti Allah itu melalui musyahadah. Di sinilah para sufi membangun istilah yang disebut dengan wahdatusy syuhud dan bukan wahdatul wujud, sebab wahdatul wujud itu berarti patheisme yaitu menyatunya alam dengan tuhan. Alam ini fisiknya dan ruhny adalah tuhan, itulah yang disebut pantheisme dalam filsafat Yunani. Nah disinilah dunia Islam yang dieksplorasi oleh tasawuf menolak apa yang disebut wahdatul wujud, yang benar adalah wahdatusy syuhud karena yang menyatu bukan wujudnya melainkan musyahadahnya yaitu kesaksian hatinya yang menyatu. Bagimana wujud bisa bersatu padahal wujud itu ya hanya satu. Kalau ada wahdatul wujud berarti banyak wujud yang kemudian bersatu wujud itu, sedangkan yang berhak mempunyai sifat wujud itu hanya Allah karena itu Beliau mengatakan awalnya dengan wa lam yasyhadhu – tidak menyaksikan Allah, fiihi – di balik semesta ini, au indahu – atau di sisi semesta ini, au qablahu – atau sebelum adanya semesta ini, au ba’dahu – atau sesudah digulungnya semesta ini, faqad a’wazahu wujuudul anwaar – orangitu telah kehilangan wujud cahaya, wa hujibat ‘anhu syumuusul ma’aarifi bi suhubil atsar – dan orang itu tertutup dari cahaya matahari makrifat oleh mendung-mendung kemakhlukan semesta dunia ini. Dari sinilah kenapa disebut dunia itu suatu pesona yang memperdayai kita karena itu sebenarnya tidak ada hanya bayangan saja seperti orang melamun membayangkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, hanya seakan-akan ada saja. Kalau orang masuk di dalam lamunan itu, maka dia akan kehilangan cahaya lalu orang hidup dalam ghurur tadi. Jadi kehidupan dunia itu bisa memperdayai karena orang bisa kehilangan Allah. Kalau orang bisa yasyhadhu fiihi bisa musyahdah di balik dunia, di sisi dunia, sebelum adanya dunia dan setelah dunia ini tidak ada maka orang tidak akan pernah kehilangan nur – yang digambarkan sebagai cahaya matahari makrifat. Hal ini penting sekali karena Allahu nuurus samaawaati wal ardh – Allah itu cahaya langit dan bumi [Q.S. 24:35], maksudnya bahwa Allah itu mencahayai, nur itu adalah asma’ dan sifat. Sifat nurNya itu adalah ada di langit dan di bumi, karena itu apa saja – kalau kita ingin mendengar tasbihny alam semesta ini maka musyahadah dulu di balik apa saja yang tampak. Bahwa di balik itu Allah. Seperti misalnya bisa digambarkan soal hubungan interaksi kita dengan Allah melalui apa yang kita pandang – man ra-a nafsahu faqad ra-a rabbahu, siapa yang melihat dirinya maka ia akan melihat tuhannya. Kita itu melihat diri kita apa ? Oh… aku melihat diriku sebagai abd / hamba. Dia melihat tuhannya pada tingkat abd ini berarti ada ubudiyah maka dia melihat tuhannya sebagai rab yang rububiyah. Interaksinya : siapa yang melihat dirinya dengan taubat, contohnya seseorang yang melihat dirinya bersalah dan melakukan taubat maka dia akan melihat tuhannya dengan sifat maghfirah. Siapa yang mengenal dirinya dengan doa, misalnya seseorang yang berkesadaran untuk full dengan doa karena di al qur’an disebutkan yaa ayyuhaannaasu antumul fuqaraa-u ilallah – hai manusia kamu sangat butuh banget sama Allah [Q.S. 35:15], oleh karena itu aku harus mohon – kalau aku mohon aku harus kenal tuhan. Begitu tuhan kenal dengan si pendoa maka dia akan kenal Allah dengan ijabahNya. Proses itu berlangsung terus menerus tidak habis-habisnya. Dari sinilah Anda mengenal pohon, air, hawa panas, itu semua tentang diri kita sebenarnya, pelajaran dari Allah tentang profile dan prototype diri kita sendiri. Lalu apa ? Oh.. iya Allah sedang menggerakkan apa – sifat apa di situ ? Itulah awal musyahadah. Dulu saya ada kawan di Jakarta, ceritanya lagi jadzab yang membawa hikmah tetapi jangan ikut-ikut lho ya… Perusahaan kalau di Jakarta kalau ada kantor gede bikin listing sumbangan mau bikin musholla, kebanyakan yang memberikan sumbangan ditulis hamba Allah seratus ribu misalnya, nah kawan saya lagi agak gendeng ditulis saja Allah seratus ribu – geger sekantor itu. Karena kawan saya agak kontroversial, maka dipanggil oleh direkturnya, “Rosyid, sini !, Kenapa mengaku tuhan ? Ini ada bukti-buktinya”, “Ini tanda tangan siapa ?”. Si Rosyid menjawab, “Ini tanda tangan saya memang, tapi sebenarnya begini Pak tujuan saya agar temen-temen kantor nanti ketika membangun musholla merasa bahwa yang membangun itu gusti Allah juga bukan cuman diklaim oleh temen-temen sekantor ini”. “Lho maksudmu gimana kok kamu tulis Allah begini ?”. “Lha iya sekarang saya minta Bapak menulis di kertas tulisan apa saja”. Kemudian ditulis misalnya : rencana pembangunan musholla. “Siapa Pak yang nulis tadi ?”. “Saya”. “Apa bukan pulpen yang nulis ? Sama seperti saya, saya ini cuman pulpennya gusti Allah, jadi engga berhak mengaku tadi tulisan saya, tulisannya gusti Allah juga”. Jadi semua itu tadi merupakan gambaran saja bahwa itu cermin. Dulu Syekh Jalaluddin ar Rumi yang punya tarekat Maulawiyah, pernah mengadakan lomba lukis, ada orang yangmengikuti tanpa membawa kertas tetapi membawa cermin. Saat lukisan dikumpulkan, ditanya orangtersebut tentanglukisannya dan dia menjawab, “Bapak minta lukisan apa ? Mau lukisan gunung ? Ini dia” sambil menghadapkan cermin ke arah gunung. Dari hal ini sebenarnya Syekh Jalaluddin ar Rumi ingin mengingatkan bedanya seorang sufi dengan intelektual atau cendekiawan. Kalau intelektual/ilmuwan/cendekiawan ya seperti pelukis itu kerjanya menggambar, mengukur, menghitung tetapi tidak bisa 3 dimensi seperti dalam cermin itu. Nah si sufi ini hanya ingin memotret saja yang pas. Qolbul mu’minin baitullah – qolbunya orang beriman itu rumah Allah, cermin Allah. Cermin itu kecil, tetapi kenapa bisa mewadahi seluruh gambar bukit yang ada di hadapannya ? Itu untuk menjawab pertanyaan bahwa Allah itu tak terhingga tetapi kok dalam hadis Qudsi berfirman bahwa yang bisa memuat Allah cuma hati orang yang beriman. Lha hati itu seperti cermin tadi, karena itu hati kita ini tiap hari harus digosok terus supaya ada pancaran nur tadi, nurnya Allah biar bisa persis terpantul dalam hati kita. Kalau tidak bisa persis ya karena salah kita saja, soal yaqin kita kepada Allah saja. Dalam memandang alam semesta kita tidak boleh memandang wujudnya saja, karena perintah Allah itu kita disuruh memnadang yang tersembunyi di balik yang wujud dalam rangka musyahadah. Di sanalah ada af’al, asma’ dan sifat Allah, sehingga akhirnya seseorang hisa memahami kalau Allah menyebutkan bahwa seluruh yang ada di langit dan di bumi bertasbih. Daun akan menyucikan Allah karena dia tidak akan mengklaim dirinya tumbuh karena dirinya, kalau dia mengklaim dia tumbuh dengan sendirinya berate dia mengotori, mengurangi af’al, asma’ dan sifat Allah. Dilanjutkan dengan [15] : mimmaa yadulluka ‘ala wujuudi qahrihi subhaanahu an hajabaka ‘anhu bimaa laisa bimaujuudin ma’ahu. Salah satu sifat Qahar-nya Allah yaitu memaksanya Allah, antara lain adalah menutup diri kita ini dengan sesuatu tutup yang sebenarnya tutup itu tidak pernah ada. Manusia sering kali tertutup antara dirinya dan tuhanya dengan sesuatu, bisa dunia, bisa hawa nafsu, bisa khayalan, bisa akhirat, padahala hakikatnya tutup itu tidak ada. Kalau ada sesuatuyang bisa menutupi Allah berarti sesuatu itu akbaru minhu - lebih besar dibandingkan Allah. Kita harus mulai belajar merasakan bahwa kita sholat, bergerak kesana kemari, Rasulullah mengajari terus menerus mengucapkan bismillahirrohmanirrohim. Sebenarnya untuk apa ? Hal itu adalah minimal agar kita sadar bahwa di balik itu semua ada asmanya Allah sehingga hubungan kita dengan Allah tidak mudah tertutup oleh sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu tidak ada. Yang ada itu Allah saja. Kita ini kan hanya cermin. Tetapi manusia menjadi salah manakala bercermin dan mengaku bahwa yang di cermin itu adalah dirinya. Posisi musyahadah adalah dalam wilayah ruh menjelang wilayah sirr. Jangan diturunkan di wilayah akal, nanti akan menjadi seperti orang membawa cermin tadi yang kemana-mana pengumuman bahwa cermin itulah dirinya. Bias dari ruh adalah qalbu kita ini. Dilanjutkan dengan sepuluh kaifa [16] : kaifa yatashawwaru an yahjubahu syai’ wa huwalladzi zhahara bikulli syai’ – bagaimana sesuatu itu menutup Allah, sedangkan Allah menyertai segalanya [menyertai itu ya apa saja ada Allah di situ, tetapi sesuatu tidak bisa menyertai Allah, Allah yang menyertai sesuatu], kaifa yatashawwaru an yahjubahu syai’ wa huwalladzi zhahara fii kulli syai’ – bagaimana sesuatu itu menutup Allah, sedangkan Allah tampak dibalik segala sesuatu, kaifa yatashawwaru an yahjubahu syai’ wa huwalladzi zhahara likulli syai’ – bagaimana sesuatu itu menutup Allah, sedangkan Allah tampak bagi segala sesuatu [Maksudnya kalau Allah tampak bagi segala sesuatu berarti yang lain tidak tampak, lalu jangan yang lain itu kita jadikan tutup wong tidak tampak], kaifa yatashawwaru an yahjubahu syai’ wa huwazh zhahiru qabla wujuudi kulli syai’ – bagaimana sesuatu itu menutup Allah, sedangkan Allah sudah tampak sebelum segala sesuatu yang ada ini tampak dan ada, kaifa yatashawwaru an yahjubahu syaiun wa huwa azh-haru min kulli syai’ – bagaimana sesuatu itu menutup Allah, sedangkan Allah itu lebih jelas dari segalanya yang ada [Lebih jelas, bahkan saking jelasnya tidak bisa dilihat oleh mata kepala kita dan hanya bisa dipandang oleh mata hati kita. Mata hati kita ini produk akhirat yang ada di dunia sehingga bisa memandang Allah.], kaifa yatashawwaru an yahjubahu syaiun wa huwal wahidulladzi laysa ma’ahu syai’ – bagaimana sesuatu itu menutup Allah, sedangkan Allah itu satu-satunya tidak ada yang menyertainya [Satu-satunya itu adalah pernyataan seseorang ketika sudah menafikan semuanya, lalu orang akan mengatakan Kaulah satu-satunya. Hal ini beda dengan Kaulah Maha Esa, beda ! Al wahid itu artinya satu-satunya.], kaifa yatashawwaru an yahjubahu syaiun wa huwa aqrabu ilayka min kulli syai’ – bagaimana sesuatu itu menutup Allah, sedangkan Allah maha dekat dibanding apa pun yang dekat dengan kita [Karena maha dekat janganlah membayangkan bahwa kedekatan dengan Allah itu berdasarkan dekatnya jarak, ruang, waktu dan zaman. Hal tersebut tidak bisa untuk mengukur dekatnya Allah.], kaifa yatashawwaru an yahjubahu syaiun walaulaa hu maa kaana wujuudu kulli syai’ – bagaimana sesuatu itu menutup Allah, kalau tanpa Allah segalanya tidak pernah ada, yaa ‘ajaban kaifa yazh-harul wujuudu fiil ‘adam – sungguh mengagumkan/mengherankan bagaimana engkau bayangkan ada sesuatu yang ada padahal itu ada dalam ketiadaan [Orang itu terhijab karena dia memproduksi sesuatu yang disebut menurut dia ada padahal dalam ketiadaan], kaifa yatsbutul haaditsu ma’a man lahu washfil qidam – bagaimana sesuatu yang baru kita sandingkan dengan sesuatu yang maha dahulu [Itu tidak akan terjadi.]. Jadi sepuluh hal tersebut silahkan Anda tulis, ditempel di kamar Anda, di tempat Anda merenung agar suasana musyahadah dengan Allah dapat terus. “Engkau semua Allah” dan di situlah awal interaktif, awal Anda on line terus dengan Allah lalu Anda akan menyadari bahwa hijab itu ternyata tidak ada. “Kok gusti Allah semua ya?” jadi nanti akan begitu.
dikutip dr : http://majeliscahayailahi.blogspot.com/
READ MORE - Al Hikam (14-15-16)

gravatar

Ingin Didengar Tuhan Saat Berdoa

Sebetulnya apa pun yang kita kerjakan atau yang tidak kita kerjakan – tidak membatasi kewenangan Tuhan untuk menjadikan kita sebagai apa pun yang kita idamkan. Karena, bila Tuhan berkenan, Beliau akan menjadikan kita apa pun yang kita mohonkan dari Beliau. Bahkan, kita bisa-bisa akan jadinya menyayangkan kecilnya permintaan kita. Tetapi, Tuhan telah menetapkan bahwa dia yang berupaya bagi kebaikan hidupnya – berhak bagi peningkatan kualitas hidup. Ingatlah, Tuhan mengasihi semua ciptaan Beliau dengan kasih sayang yang adil. Dan hanya yang menjadikan diri kita kecintan Tuhan, akan menerima perwujudan dari kasih sayang Beliau – bahkan untuk kebaikan dan kemuliaan yang tidak kita sadari dapat kita mohonkan dari Beliau. Bukankah sekarang – lebih mudah bagi Anda untuk bersabar ? Sudah jelaskah bagi Anda sekarang bahwa kesabaran itu bukanlah sifat , tetapi akibat ? Karena, bila kita mengerti, kita akan bersabar. Bila kita bersabar, kita akan dikasihi Tuhan, karena kesabaran kita datang dari pengertian kita dan pengertian kita datang dari keberserahan Kita kepada Tuhan (MTGW)
READ MORE - Ingin Didengar Tuhan Saat Berdoa

gravatar

Rahasia Keberhasilan

Rahasia keberhasilan, sebetulnya – tidak lebih rahasia daripada kesungguhan Kita untuk membuat pilihan-pilihan yang benar. Keberhasilan tidak bergantung kepada - atau ditentukan oleh lingkungan Kita; tidak juga oleh tingkat pendidikan, bukan oleh ketersediaan modal, dan yang pasti bukan karena nasib yang diramalkan oleh orang lain. Kita adalah alasan bagi keberhasilan Kita sendiri; maka pastikanlah bahwa Kita memusatkan perhatian Kita kepada diri sendiri. Kita tidak akan menjadi baik bagi siapa pun, bila tidak baik bagi diri Kita sendiri. Kalo kita perhatikan bahwa harapan baik pada pribadi penuh syukur yang sedang bekerja keras adalah kekuatan pengubah rencana langit. Apa pun rencana yang sudah dituliskan di langit - bahkan sebelum kelahiran Kita - akan diubah, dan disesuaikan dengan yang Kita minta - bila menaburkan debu-debu kemilau harapan baik di atas kedamaian rasa syukur Kita bagi kewenangan yang Kita terima, untuk mengupayakan kebaikan dalam keindahan sebuah pekerjaan. (MTGW)
READ MORE - Rahasia Keberhasilan

Sampaikan Walau 1 Ayat :

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu ingat".
(QS.An Nuur : 27)

Advertise

Toko Online Instan untuk UKM - Gerai Hosting UKM